Banyumas Puppet Crafts Man

Ki Joko Purwocarito adalah seorang pengrajin wayang kulit yang sudah cukup tua di bidangnya, menetap pada sebuah panti asuhan Darmoyuono, Purwokerto Kabupaten  Banyumas, keseharian dia habiskan untuk merawat dan mengabdi pada kegiatan di Panti asuhan tersebut, namun ketika dia menerima pesanan wayang, Pak Joko dengan tekun dan teliti menyelesaikan wayang tersebut. Tidak hanya dalang yang berada di sekitar banyumas saja, namun pesanan juga datang dari luar kota. Pada saat ditemui di kediamannya, Pak joko sedang menyelesaikan pesanan wayangnya dengan hiasan ukiran kaligrafi arab disekitar wayang tersebut. Biasanya 1 wayang dihargai mencapai Rp. 350.000 hingga Rp. 550.000 namun, dia menjelaskan bahwa harga ini mencerminkan beberapa hal, dari bahan baku yang digunakan hingga tingkat detailnya wayang tersebut, misalkan ada bagian wayang yang seharusnya terbuat dari tanduk kerbau namun jika menggunakan tanduk tersebut harga wayang mampu mencapai Rp. 600.000 sehingga diganti dengan fiber. Selain itu Pak Joko juga sangat teliti dalam memilih bahan – bahan yang digunakan, seperti dalam tahap awal yaitu dalam pemilihan kulit, baliau harus pergi ke Bumi Ayu untuk mendapatkan bahan dasar pembuatan wayang tersebut, yang jaraknya ditempuh sekitar 1,5 jam dari rumahnya. Namun ada keresahan yang dirasakan oleh Pak Joko, bukan karena sepinya pesanan wayang, Pak joko merasa bahwa generasi sekarang kurang mau menghargai nilai – nilai dan kearifan dari kebudayaan lokal seperti wayang, sehingga tidak adanya minat yang timbul dari dalam dirinya untuk paling tidak berpikir bagaimana melestarikan agar eksistensi wayang ini tidak hilang dan kalah dengan perkembangan jaman. Pak joko juga berharap bahwa setiap pihak sebaiknya sadar akan berharganya warisan kebudayaan lokal ini, bahkan kebudayaan inilah nantinya yang akan menjadikan setiap daerah tersebut memiliki cita rasa yang mampu memeperkaya kebinekaan indonesia.

————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————————–

” Pak joko juga berharap bahwa setiap pihak sebaiknya sadar akan berharganya warisan kebudayaan lokal ini, bahkan kebudayaan inilah nantinya yang akan menjadikan setiap daerah tersebut memiliki cita rasa yang mampu memeperkaya kebinekaan indonesia.”

Advertisements

Leave a comment

Filed under Story dan Essai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s